
Pariwisata Batu Seribu Kabupaten
Sukoharjo yang sering disebut juga objek wisata pacinan merupakan wisata
alam yang terletak di desa Gentan Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo.
Obyek wisata ini terletak sekitar 20 km sebelah selatan Kota Sukoharjo,
tepatnya di Desa Gentan, Kecamatan Bulu.
Untuk sampai ke obyek wisata itu, wisatawan biasanya mengalami kesulitan. Penunjuk arah yang hanya sedikit sering membuat wisatawan tersasar sementara jalan-jalan yang harus dilalui sempit dan bergelombang. Walau begitu, perbukitan batu cadas di sebelah kiri dan kanan yang menemani sepanjang perjalanan dari Sukoharjo sampai ke kawasan wisata itu, bisa menjadi alternatif pemandangan yang menyegarkan. Dari gerbang masuk, wisatawan harus menemukan sebuah sendang yang dikenal sebagai Sendang Lele terlebih dahulu. Di tempat itulah terdapat kolam kecil yang berisi puluhan lele dumbo. Dari situ, wisatawan harus berjalan menanjak sekitar satu kilometer untuk sampai ke pintu masuk. Harga tanda masuk (HTM) yang ditawarkan hanya Rp 750 per orang. Sesudah itu, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 kilometer dengan jalan menanjak dan curam, yang kebanyakan diatasi kawula muda dengan sepeda motor. Tujuan makin dekat dengan memasuki sebuah terowongan berbentuk mulut naga. Di situlah wisatawan bisa menengok genangan air di bawah pohon gondang yang besar dan rimbun. Sayang, genangan air itu kini sudah tertimbun dedaunan ke-ring, sampah, dan batu-batu, sehingga jembatan kecil yang ada di atasnya juga tidak begitu berfungsi untuk menengok mata air itu yang keluar dari celah-celah akar pohon gondang setinggi lebih dari 10 meter itu. Meski demikian,
Untuk sampai ke obyek wisata itu, wisatawan biasanya mengalami kesulitan. Penunjuk arah yang hanya sedikit sering membuat wisatawan tersasar sementara jalan-jalan yang harus dilalui sempit dan bergelombang. Walau begitu, perbukitan batu cadas di sebelah kiri dan kanan yang menemani sepanjang perjalanan dari Sukoharjo sampai ke kawasan wisata itu, bisa menjadi alternatif pemandangan yang menyegarkan. Dari gerbang masuk, wisatawan harus menemukan sebuah sendang yang dikenal sebagai Sendang Lele terlebih dahulu. Di tempat itulah terdapat kolam kecil yang berisi puluhan lele dumbo. Dari situ, wisatawan harus berjalan menanjak sekitar satu kilometer untuk sampai ke pintu masuk. Harga tanda masuk (HTM) yang ditawarkan hanya Rp 750 per orang. Sesudah itu, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 kilometer dengan jalan menanjak dan curam, yang kebanyakan diatasi kawula muda dengan sepeda motor. Tujuan makin dekat dengan memasuki sebuah terowongan berbentuk mulut naga. Di situlah wisatawan bisa menengok genangan air di bawah pohon gondang yang besar dan rimbun. Sayang, genangan air itu kini sudah tertimbun dedaunan ke-ring, sampah, dan batu-batu, sehingga jembatan kecil yang ada di atasnya juga tidak begitu berfungsi untuk menengok mata air itu yang keluar dari celah-celah akar pohon gondang setinggi lebih dari 10 meter itu. Meski demikian,
Suami
yang tak kunjung pulang tentu saja meresahkan Nyi Lanjar, sampai
akhirnya ia bertekad bulat untuk mencari. Di hutan belantara itulah
suara lembut sang suami terdengar. Nyi
Gathok kemudian menemukan potongan telur sisa suaminya dan menyantapnya
sampai habis. Sama seperti sang suami, sekujur tubuh yang terasa panas
tiada tara membuatnya mencari sumber air. Ketika menemukan genangan air,
tanpa pikir panjang, Nyi Lanjar menceburkan diri ke dalamnya. Namun
di dalam sumber air itu justru mereka kembali bertemu. Janji
sehidup-semati telah tercapai. Kisah inilah yang diungkapkan masyarakat
Sukoharjo turun temurun, sebagai contoh kesetiaan sepasang insan
manusia. Genangan air itulah yang hingga kini dikenal masyarakat sekitar
sebagai Umbul Pacinan yang berasal dari sumber kata pacing. "Sebetulnya
sih bukan pacinan, tetapi pacing. Itu lho rumput-rumput yang sering ada
di bawah pohon-pohon besar. Kayak di bawah pohon gondang ini," ujar Ny
Cipto menunjuk rerumputan yang kini tinggal sisanya di bawah pohon itu.
Di sumber air ini suara angin dan gemericik air masih bisa dinikmati. Hingga
kini masyarakat sekitar meyakini, air yang bersumber dari Umbul Pacinan
itu memberikan kedamaian dan kelanggengan di dalam rumah tangga.
Bedanya, berada di sumber air itu wisatawan tidak akan lagi bisa
tenggelam atau menenggelamkan diri. Mata air itu sudah dipenuhi batu dan
dedaunan kering. Itulah Batu Seribu dengan mitosnya. Ketika
orang mulai bertanya, obyek wisata alam yang bagaimanakah yang paling
banyak diminati oleh para insan turisme? Tentu jawabannya akan
bermacam-macam. Bisa saja jawabannya obyek wisata alam pantai, gua, air
terjun, sendang, hutan, gunung, dan sebagainya atau obyek wisata alam
tersebut merupakan perpaduan dari beberapa komponen yang disebutkan di
atas. Kenyataan dewasa ini menunjukkan adanya kecenderungan wisatawan
lebih memilih berwisata ke obyek atau kawasan yang merupakan perpaduan
dari beberapa obyek wisata meskipun tidak mengurangi minat mereka untuk
tetap berwisata ke tempat lainnya. Namun obyek atau kawasan wisata yang
medannya lebih menantang semakin hari semakin menjadi primadona baru.
Barangkali ketertarikan mereka lebih dikarenakan keinginan bertualan
untuk mengungkap misteri sekaligus menaklukkan alam yang sering ditakuti
itu, disamping menikmati keaslian alam yang masih "Asri" belum
tercemar ulah manusia. Obyek wisata Batu Seribu di Kabupaten Sukoharjo
merupakan obyek wisata alam yang sangat lengkap, indah dan medannya
cukup menantang. Obyek wisata ini sesungguhnya merupakan suatu kawasan
wisata di mana ada perpaduan antara unsur gunung, lembah, sendang,
pemandian dan hutan wisata yang menakjubkan. Di bagian timur obyek
wisata batu seribu terdapat gunung sepikul. Konon, gunung ini
ditinggalkan oleh Bandung Bondowoso yang tidak tercapai maksud tujuannya
membuat patung di Candi Prambanan.
Di bagian bawah dari obyek wisata batu seribu terdapat sendang Kiai Truno Lele. Sendang tersebut dihuni oleh Lele Putih dan dikeramatkan oleh masyarakat sekitarnya. Disini pula terdapat Sendang Ayu. Sedangkan di bagian atas dari obyek wisata Baru Seribu terdapat Kolam pemandian alam. Sumber air kolam ini berasal dari air yang mengalir dari perbukitan yang jernih dan sejuk. Menurut ceritera, khasiat mandi air ini adalah dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sendang berkhasiat tersebut kini dikenal dengan nama sendang panca warna. Di samping obyek-obyek wisata tadi, di kawasan ini terdapat bumi perkemahan di atas bukit yang cukup representatif. Begitupula ada hutan wisata berupa tumbuhan akasia yang dapat memberikan kesejukan bagi para wisatawan. Sebagai obyek wisata, disini telah tersedia berbagai macam fasilitas yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk secara leluasa bisa menikmati keindahan dan keunikan alam sekitarnya.
Di bagian bawah dari obyek wisata batu seribu terdapat sendang Kiai Truno Lele. Sendang tersebut dihuni oleh Lele Putih dan dikeramatkan oleh masyarakat sekitarnya. Disini pula terdapat Sendang Ayu. Sedangkan di bagian atas dari obyek wisata Baru Seribu terdapat Kolam pemandian alam. Sumber air kolam ini berasal dari air yang mengalir dari perbukitan yang jernih dan sejuk. Menurut ceritera, khasiat mandi air ini adalah dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sendang berkhasiat tersebut kini dikenal dengan nama sendang panca warna. Di samping obyek-obyek wisata tadi, di kawasan ini terdapat bumi perkemahan di atas bukit yang cukup representatif. Begitupula ada hutan wisata berupa tumbuhan akasia yang dapat memberikan kesejukan bagi para wisatawan. Sebagai obyek wisata, disini telah tersedia berbagai macam fasilitas yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk secara leluasa bisa menikmati keindahan dan keunikan alam sekitarnya.
0 comments:
Post a Comment
Tata tertib berkomentar :
1. Komentar harus relevan dengan konten yang dibaca
2. Gunakan bahasa yang baik dan sopan
3. Tidak mengandung unsur SARA or Bullying.
4. Dilarang SPAM. Exp: Nice gan, Makasih Gan, dll
5. Dilarang menyisipkan link pada isi komentar. Aktif ataupun tidak.
Berlakulah dengan bijak dalam menggunakan sarana publik ini. Baca dan pahami isinya terlebih dahulu, barulah Berkomentar. Terimakasih.